Sakit atau Terbunuh

Sang Ayah sakit keras. Segala peralatan medis melekat pada tubuh sang Ayah, termasuk bantuan pernafasan dan infus.
Suatu hari pihak keluarga mengundang "Orang Pintar" untuk membantu pengobatan sang Ayah. Si Orang Pintar berdiri disamping sang Ayah sambil mengucapkan mantra-mantra. Sesaat kemudian sang Ayah meronta, tapi karena alat bantuan pernafasan masih menutup mulutnya, hanya gumaman yang terdengar.
"mmm...emmmm....emmmm!", ronta sang Ayah
"Kayaknya ada sesuatu yang ingin disampaikannya, tolong carikan pulpen dan kertas.", ujar si Orang Pintar.
Anak tertua kemudian menyodorkan secarik kertas dan pulpen pada sang Ayah. Namun ajal berkata lain, sesaat setelah menulis, sang Ayah meninggal. Kertas tersebut diambil oleh si Orang Pintar dan langsung dikantonginya.

Setelah penguburan sang Ayah, dalam rembuk keluarga, si Orang Pintar datang dan berkata,
"Ini pesan terakhir almarhum, saya belum membacanya. Saya pikir pihak keluarga yang berhak atas pesan ini"
"Silahkan bapak bacakan saja", pinta anak bungsu
"baiklah..ini pesannya", si Orang Pintar membuka lipatan kertas dan membaca dengan lantang......
"PAK DUKUN..PINDAH DARI SITU, KAMU MENGINJAK SELANG OXYGEN SAYA....."
...................................
Si Orang Pintar pun kabur