Hepatitis Lebih Menular Daripada HIV

Hepatitis B adalah salah satu infeksi virus paling sering terjadi di dunia, dan merupakan jenis virus hepatitis yang paling banyak tersebar. Sekitar dua miliar orang di dunia terinfeksi virus ini, 350 juta di antaranya hidup dengan hepatitis B kronis. Padahal, 40 persen orang yang mengidap hepatitis B kronis akan mengalami penyakit hati lanjut.

Virus hepatitis B (VHB) termasuk virus yang "bandel? karena dapat bertahan hingga satu minggu di permukaan pada suhu kamar. Virus ini juga sangat mudah menular-100 kali lebih mudah menular dibandingkan HIV.

VHB hidup dalam darah orang yang telah terinfeksi. Namun jika jumlahnya dalam tubuh sudah sangat banyak, virus ini juga bisa ditemukan pada sperma, cairan vagina dan air liur. Walaupun sangat jarang, virus ini juga bisa ditemukan di air seni, kotoran manusia, keringat, air mata, dan air susu ibu.

Proses penularan hepatitis B bisa terjadi melalui berbagai jalan. Sebagai contoh pada proses persalinan. Jika seorang ibu yang telah terinfeksi melahirkan, kemungkinan besar bayi yang dilahirkannya akan tertular pada saat atau sesaat setelah persalinan.

Hidup bersama orang yang telah terinfeksi VHB juga dapat meningkatkan risiko penularan. Potensi lainnya adalah pada hubungan seks berisiko tinggi atau tidak aman, khususnya bagi mereka yang bergantiganti pasangan atau pria homoseksual.

Mengingat VHB umumnya hidup dalam darah, patut diwaspadai risiko penularan melalui transfusi, jangan sampai Anda terpapar darah atau produk darah yang sudah terinfeksi VHB. Menurut Prof Dr H Ali Sulaiman SpPD-KGEH, peningkatan kasus hepatitis juga terkait maraknya penggunaan jarum suntik secara bergantian, misalnya pada pengguna narkoba suntik (penasun). Media lainnya adalah jarum akupunktur atau alat tato yang tidak disterilisasi atau dibersihkan sebagaimana mestinya dan digunakan berulang.

Sama halnya VHB, virus hepatitis C (VHC) menyebar melalui kontak langsung dengan darah atau produk darah. Virus ini dapat memperbanyak diri dengan sangat cepat, mencapai 10 triliun virus per hari.

Jalur utama infeksi virus hepatitis C di dunia adalah melalui transfusi darah yang tidak ditapis dan pemakaian jarum suntik yang tidak steril secara bergantian. Sekalipun jarang, hepatitis C bisa juga menular melalui aktivitas seksual dan dari ibu kepada anaknya selama proses persalinan.

Di banyak negara berkembang, di mana darah dan produk darah masih belum diproses dengan prosedur penapisan yang benar, jalur penularan utama adalah melalui penggunaan alat-alat suntik yang tidak steril dan transfusi dengan darah yang tidak ditapis. Mereka yang melakukan praktik sirkumsisi (sunat) tradisional, tato, serta tindik (telinga, hidung, bagian tubuh lain) menggunakan alat yang tidak disterilisasi juga berisiko tertular.