Salah itu Biasa... Belajar dari Kesalahan itu Baru Ruarrrr Biasaaa!!!!

Oleh : Hary Novianto

Tahukah anda bahwa Einstein pernah ditolak masuk ketika ia mendaftarkan diri di salah satu universitas di Austria yang malah kemudian menjadi pemenang Nobel Fisika, dan tahukah anda bahwa karet ban pada tahun 1830 diciptakan oleh seorang narapidana akibat hutang macet, pengusaha gagal, dan bukan ahli kimia bernama Charles Goodyear yang malah akhirnya berujung sukses? Mungkin kita sudah sangat bosan mendengar cerita-cerita sukses perusahaan-perusahaan ternama, padahal kita juga bisa belajar banyak dari kejadian-kejadian lucu dan mengharukan di dalam bisnis dan marketing.

Adam Horowitz dalam bukunya "101 Dumbest Moment in Business", baru-baru ini mencoba merangkum beberapa momen-momen memalukan dalam bisnis dan marketing di dunia. Beberapa hal sungguh sangat menggelikan dan sangat tidak dipercaya hal ini dilakukan oleh


marketer dan pelaku bisnis profesional. Berikut ini beberapa hal lucu-lucu yang pernah terjadi.

Grand Winner: Dumbest Moment of the Year


Pemenangnya adalah pembuat kunci sepeda Kryptonite brand (subsidiary dari Ingersoll- Rand), bayangkan setelah gembar-gembor dalam iklan dengan tagline "Tough World, Tough Locks" ternyata kunci sepeda berbetuk huruf U tersebut bisa dibuka hanya dengan sebuah "PULPEN", hasilnya mereka rugi minimal juta dan harus mengirim kunci pengganti sebanyak 100.000 item yang itupun tidak berhasil terkirim juga plus toko-toko tidak menerima kiriman satupun stok baru. Benar-benar contoh yang bagus istilah "Over Promise, Under Deliver" dan "Sudah jatuh tertimpa tangga'.

Winner: Dumbest Moment in Advertising


Nextel salah satu perusahaan telekomunikasi papan atas, melakukan blunder kreatif dengan memasang billboard promosi "get online anywhere on campus", dengan memajang pula sebuah boneka ukuran manusia yang sedang memangku laptop di atas billboard. Hasilnya... justru menuai protes para pengemudi karena mengganggu konsentrasi mereka saat mengemudi, karena mereka sangka boneka tersebut adalah seseorang yang mau melompat bunuh diri!

Winner: Dumbest Moment in Public Relations


Ice cream Ben&Jerry (saya kira anda sudah tahu siapa produsennya), entah bermaksud melakukan viral marketing atau PR strategy. Mencoba berkerjasama dengan sebuah organisasi amal di Amsterdam yang dikelola oleh beberapa orang biarawati dengan cara membagi-bagikan jaket gratis buat homeless dengan logo Ben&Jerry terpasang di punggung. Hasilnya... mungkin hanya menimbulkan cibiran dari para homeless yang merasa tereksploitasi.

Winner: Dumbest Moment in Marketing


Anda tahu Mattel sang pembuat boneka Barbie membuat blunder of the year? Customer utama Barbie yang anak-anak kecil plus orang tuanya yang membelikan boneka tersebut dibuat "bete" karena pasangan setia Barbie selama 43 tahun yaitu Ken langsung 'ditalak tiga' alias diceraikan oleh Mattel dengan menyetop produksi dan menggantikannyadengan pasangan selingkuh baru bernama Blaine. Hasilnya... customer mereka benar-benar dibuat "bete" karena menganggap Barbie sebagai tukang selingkuh, yang berakibat penjualan anjlok sebanyak 26% di kuarter ketiga.

Winner: Dumbest Moment in Branding


Ini adalah yang paling lucu. Sebuah perusahaan permen di Jepang "The Yamamoto Busan" mencoba membuat trademark permen dengan nama brand "Snot From the Nose of the Great Buddha" atau bisa diterjemahkan secara harfiah sebagai merek "permen Upil sang Buddha Besar". Hasilnya... perusahaan tersebut ramai-ramai diprotes oleh biksu-biksu di Nara, Jepang. Mungkin anda bakal tersenyum lebih geli lagi kalau melihat bungkus permen tersebut.....hehehe.

Another Dumbest Moment in Branding


Bill Gates mencoba menuntut seorang bocah Kanada bernama Mike Rowe ke pengadilan hak patent karena mencoba mendaftarkan situs miliknya bernama "Mikerowesoft.com". Hasilnya... Microsoft malah mendapat publisitas negatif yang akhirnya memaksa Microsoft meminta maaf pada masyarakat dan memberikan pada si Mike Rowe software gratis sebagai permintaan maaf.

Another Dumbest Moment in Marketing


Sungguh mengherankan, raksasa sekelas Coca-cola dan Pepsi bisa melakukan blunder of the year. Seperti kita tahu masyarakat Amerika sangat tergila-gila pada Atkins dan low-carb trend-nya. Hal ini memancing hasrat Coca-cola dan Pepsi mengeluarkan uang sebanyak juta dengan meluncurkan "midcalorie drinks" bermerek C2 Sodas dan Pepsi Edge. Hasilnya... sungguh mengecewakan, konsumen "low-carb conscious" menjauhi kedua minuman tersebut karena Coca-cola dan Pepsi justru memasukkan unsur yang berusaha mereka jauhi yaitu: "refined sugar in any amounts".

Another Dumbest Moment in Marketing and Public Relations


"...It's playful and fun launch. There is no sexual connotation to it, in my opinion". Itu adalah jawaban bos besar Swatch Amerika, Yan Gammard, ketika masyarakat melakukan protes keras atas launching billboard jam Swatch terbaru yang menggambarkan dua ekor kelinci yang berpose "intim" dalam berbagai gaya dan dalam ukuran raksasa di TimesSquare, New York. Yang lebih menggelikan lagi, tahu nggak nama produk Swatch tersebut? BUNNYSUTRA Swatch!

Salah adalah hal yang biasa, justru dari kesalahan akan membuat kita menjadi marketer yang lebih tangguh, makanya artikel ini berjudul "Salah itu Biasa... Belajar dari Kesalahan itu Baru RUARRR BIASAAA!!!". Jadi jangan segan-segan belajar dari kesalahan yang pernah dibuat oleh marketer yang lain, karena keledai yang lebih bodoh saja tidak mau jatuh ke dalam lubang untuk kedua kalinya.