Movi-Cox Obat Rematik Aman bagi Lambung dan Jantung

PARA ahli farmasi di Jerman, kini terus melakukan penelitian dan uji klinis, terhadap sebuah penemuan obat baru bagi para penderita rematik. Obat yang diberi nama Movi-Cox atau Meloxicam (selektif COX-2) itu, sebenarnya ditemukan awal tahun 1990-an.

Para dokter di sana menganggap penemuan itu sebagai suatu hal yang spektakuler. Karena, formulanya jauh lebih bagus dari obat-obat untuk penyakit sejenis, yang pernah ditemukan sebelumnya.

Obat penemuan baru ini, kata para dokter tersebut, dapat membedakan struktur dan fungsi ensim siklooksigenase -2 (COX-2) dan siklooksigenase -1 ( COX-1 ). Ensim siklooksigenase (COX) berfungsi memfasilitasi pembentukan prostaglandin, sehingga menyebabkan inflamasi (peradangan).

Dikatakan, COX-2 merupakan ensim siklooksigenase yang memfasilitasi pembentukan prostaglandin inflamasi dari asam arakidonat membrana lipid sel yang rusak.

Prostaglandin inflamasi menimbulkan nyeri, pembengkakan dan rasa panas, yang sering disebut sebagai penyakit rematik. COX-2 banyak terdapat pada komponen sel darah putih (leukosit, makrofag) dan endotel pembuluh darah yang mengalami peradangan.

Pergemi

Sedangkan COX-1 berfungsi sebaliknya, yaitu memfasilitasi pembentukan prostaglandin fisiologis (PGE-2) dan prostasiklin (PGI-1). Prostaglandin fisiologis mempertahankan aliran darah ke ginjal, sehingga dapat mempertahankan fungsi fisiologis ginjal.

Sementara prostasiklin mempertahankan aliran darah ke lambung, sehingga memelihara fungsi normal mukosa lambung. Di samping prostaglandin dan prostasiklin, COX-1 fisiologis juga memfasilitasi pembentukan tromboxan A-2 (TX A-2) yang menyebabkan penggumpalan keping sel darah trombosit.

Hasil temuan para ahli di Jerman tersebut, akhir pekan lalu dibahas oleh para dokter, yang tergabung dalam Perkumpulan Gerontologi Medik Indonesia (Pergemi). Mereka berkumpul di Hotel Patra Jasa Semarang, dalam sebuah wadah Temu Ilmiah Nasional I, yang banyak menyoroti perkembangan obat baru bagi penderita rematik tersebut.

Selain para dokter dari Undip dan sejumlah rumah sakit di Semarang, juga tampil dr Manuel Distel dari PT Boehringer Ingelheim, Jerman. Perusahaan tempat dr Manuel bekerja inilah, yang kemudian mengembangkan dan memproduksi obat baru tersebut dengan nama Movi-Cox atau Meloxicam.

Efek Samping

Menurut Manuel, pengobatan penyakit rematik dengan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) jangka panjang pada penderita lanjut usia, ternyata 10% diantaranya dapat menimbulkan efek samping pada saluran pencernaan, jantung dan ginjal.

Pada lambung, lanjutnya, dapat terjadi dispepsia (rasa nyeri, mual) bahkan dapat terjadi kasus yang berat seperti peradangan/gastritis, ulkus dan perdarahan. ''Pada sistema ginjal dan jantung OAINS dapat menyebabkan payah jantung dan hipertensi,'' katanya.

OAINS yang konvensional (nonselektif) juga dapat menghambat COX-2 dan COX-1 bersama-sama. Artinya prostaglandin inflamasi dihambat, sehingga rasa nyeri dan pembengkakan berkurang akan tetapi timbul efek samping. Efek samping terjadi, akibat hambatan prostaglandin fisiologis COX-1 ke lambung dan ginjal.

Namun, lanjut pakar rematik tersebut, kendala-kendala efek samping tersebut kini dapat diatasi dengan beredarnya produk PT Boehringer Ingelheim yang baru yaitu Movi-Cox atau Meloxicam atau selektif COX-2 . ''Melalui penelitian selama hampir sepuluh tahun, ternyata obat ini dapat menghambat ensim COX-2, dan sedikit COX-1.''

Obat selektif COX-2 relatif aman terhadap efek samping lambung dan ginjal. Keamanan selektif COX-2 terhadap efek samping tersebut disebabkan hambatan COX-2 inflamasi, dengan hanya sedikit hambatan terhadap COX-1 fisiologis.

Kerugian obat selektif COX-2 adalah akibat tidak terhambatnya pembentukan tromboksan A-2COX-1 fisiologis, maka penggumpalan keping sel trombosit tetap terjadi. Penggumpalan trombosit ini dilaporkan menyebabkan serangan infark pada jantung. dari

Khusus untuk OAINS Meloxicam, hambatan COX-2 sebesar 80%, akan tetapi masih terja- di hambatan terhadap COX-1 dalam jumlah lebih sedikit yaitu 20%. Artinya, efek inflamasi akibat prostaglandin COX-2 dapat dihambat, sedangkan efek terhadap penggumpalan trombosit akibat COX-1 pada pembuluh darah sangat kecil. Sementara kekhawatiran terhadap serangan infark jantung dapat dihindari.

Formula yang terdapat dalam Movi-Cox atau Meloxicam, antara lain mampu menghambat inflamasi dan penggumpalan trombosit inilah yang terbukti efektif mengobati rematik. (Suara Merdeka, 6 Juli 2002)