Kanker Paru-Paru Lebih Banyak Mengintai Perempuan

Saat ini lebih banyak perempuan yang terdiagnosa kanker paru-paru daripada kanker payudara. Populasi wanita perokok dan kesulitan berhenti merokok yang lebih besar pada wanita ketimbang pria adalah pemicunya.

Pada tahun 2021, peneliti memprediksi kanker paru-paru lebih banyak merenggut nyawa perempuan ketimbang laki-laki.

Laporan terbaru yang dimuat dalam Cancer Institute's Mortality and Incidence Report itu menunjukkan penurunan angka kanker payudara tapi terjadi peningkatan angka kanker paru-paru pada perempuan hingga 22 persen.

Penurunan angka kanker payudara disebabkan karena kesadaran memeriksakan payudara yang cenderung meningkat pada wanita. Namun kesadaran itu ternyata tidak diimbangi dengan penurunan angka kanker paru-paru pada wanita, bahkan kecenderungannya justru meningkat.

Salah satu penyebabnya adalah peningkatan populasi perempuan perokok yang diperparah dengan kesulitan perempuan untuk berhenti merokok yang lebih besar daripada pria.

Kenapa perempuan lebih sulit berhenti merokok ketimbang pria?

Sebuah studi yang diprakarsai peneliti dari Yale University mengungkapkan bahwa wanita lebih sulit berhenti merokok karena menggunakan rokok sebagai pelampiasan emosi, pengatur mood dan pengontrol berat badan. Akibatnya wanita akan lebih ketergantungan merokok daripada pria.

Melihat fakta tersebut, peneliti menduga kematian wanita akibat kanker paru-paru pada beberapa dekade mendatang akan lebih banyak daripada pria.

Berdasarkan data statistik, kanker penyebab kematian terbesar adalah kanker paru-paru (20 persen), usus (13 persen), prostat (7 persen) dan payudara (7 persen).

Penyakit kanker naik seiring dengan kenaikan tingkat obesitas. The World Cancer Research Fund melaporkan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa bobot tubuh yang besar dan perut besar berhubungan dengan kanker, seperti kanker pankreas, payudara, usus dan perut.

"Berat tubuh adalah faktor yang berkontribusi terhadap hampir 30 persen kasus kanker," ujar Elizabeth Tracey, seorang epidemiolog dari Cancer Institute NSW seperti dilansir Dailytelegraph, Rabu (15/12/2009).

Hingga saat ini kanker paru-paru masih menjadi pembunuh nomor satu diantara semua jenis kanker, dan di masa yang akan datang korbannya diprediksi lebih banyak wanita. (Detik.com)